Imam Ahlusunnah Wal Jama’ah   Leave a comment


Abdullah bin Ahmad berkata, “Ayahku (Imam Ahmad-red) setiap harinya membaca sepertujuh al-Qur’an dan selalu khatam pada setiap pekan. Setiap kali mengkhatamkan al-Qur’an selalu jatuh pada malam ke tujuh.

Beliau pun senantiasa shalat Isya’ dilanjutkan dengan Qiyamullail, kemudian tidur sebentar dan Qiyamullail lagi hingga tiba waktu Shubuh. Lalu shalat Shubuh dan melanjutkan membaca doa-doa (dzikir pagi-red).

Pada setiap harinya beliau mengerjakan shalat sebanyak 300 rakaat. Namun semenjak beliau mendapat hukuman cambuk yang membuat fisik beliau lemah, beliau hanya mampu mengerjakan shalat sebanyak 150 rakaat.”*

CATATAN:

* Siyar A’lam an-Nubala` karya Imam adz-Dzahabi,11/ 212

Posted 1 Oktober 2010 by arraahmanmedia in Islami, Kisah-Kisah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: