Subhanallah, Hikmah Muhali Barda [Ketua FPI] Mengajak Para Tahanan Sholat   Leave a comment


Kepolisian membekuk dua pelaku penusukan kasus jemaat HKBP yang ternyata bukan anggota FPI. Sayang,  Murhali sudah dipenjara

Hidayatullah.com–Ketua Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Bekasi, Murhali Barda, mengaku banyak menuai hikmah ketika berada di balik bui.

Tersangka dalam insiden pemukulan dan penusukan terhadap jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang kini sedang mendekam di tahanan Polda Metro Jaya ini, justru bisa mendakwai para nara pidana saat di jeruji besi itu.

Ia mengaku, pertama kali dibui, Murhali dikumpulkan dengan 12 napi dari berbagai kasus.

“Ketika itu, saya sedikit syok. Sebab, baru pertama dipenjara. Apalagi dikumpulkan banyak napi,” ujarnya ketika ditemui hidayatullah.com Rabu (13/10).

Namun, lanjut Murhali, ternyata para napi tidak sekasar tampangnya. Mereka memiliki sisi baik. Setelah didakwai, ke-12 napi tersebut justru berubah jadi baik.

“Kini mereka mau shalat semuanya,” kata Murhali.

Tidak hanya itu, sebagai Ketua FPI, Murhali sering dijadikan tempat curhat para napi. Biasanya, para napi mendatanginya dan berkonsultasi banyak hal, terutama masalah agama. Setiap shalat maghrib dan isya, Murhali mendapat giliran dua hari sebagai iman bergantian dengan iman yang lain. Dan, di situlah, biasanya para napi curhat kepada Murhali.

Murhali memiliki banyak cerita unik tentang napi dan seputar dakwahnya di penjara. Kisah-kisah itu, menurutnya sedang ditulis dan dijadikan buku. Jika tak ada aral melintang, buku tersebut akan segera diterbitkan.

Bukan FPI

Sebagaimana diketahui, polisi mengaitkan Murhali Barda  dalam kasus bentrokan jemaat HKBP  12 September lalu  yang berbuntut penusukan.

Untuk mempercepat proses hukum,  DPP FPI akhirnya menonaktifkan sementara Murhali Barda dari kepengurusan FPI.

Belum lama ini, pihak kepolisian membekuk dua pelaku penusukan Asia Lumbantoruan Sihombing, korban jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing, Bekasi. Pelaku yang semula dituduhkan kepada anggota FPI ternyata seorang pengamen.

“Sudah ditangkap pada Kamis 7 Oktober sore,” kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kompol Ade Ary SI  kepada detikcom, Jumat (8/10) lalu.

Dua tersangka itu  adalah Aji Ahmad Faisal (28), warga Kampung Bojong, Rawa Lumbu, Kota Bekasi dan Supriyanto, warga Jl Udayana, Cililitan Besar, Kebon Pala, Jakarta Timur.

Aji berprofesi sebagai penulis sastra, sementara Supriyanto pengamen puisi di atas kendaraan angkutan umum.  Jadi keduanya bukan anggota FPI. [ans/ hidayatullah.com]

Posted 14 Oktober 2010 by arraahmanmedia in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: