Diary: ‘Hawa Nafsuku Menindasku’   Leave a comment


Ya Allah, hamba berserah diri kepada-Mu. Hamba bertawakal atas kehendak-Mu. Dan hamba ingin kembali ke jalan yang lurus. Berilah hamba petunjuk dari apa yang hamba lakukan ini. Janganlah hamba di perbudak oleh hawa nafsu hamba sendiri. Sehingga hamba termasuk golongan orang-orang yang diperbudak oleh nafsu ~dzalimun linafsih~.

Ya Allah, hamba memohon ampun kepada-Mu atas apa yang hamba lakukan. Hamba tahu itu adalah larangan-Mu, namun hamba tetap saja melakukannya. Hamba kadang selalu menangis andai saja pintu hikmah-Mu terbuka dengan lebar. Pintu tobat-Mu di rentangkan dengan megahnya. Namun hamba seperti-Nya tak pantas hidup di dalam arsy-Mu. Hamba juga tidak mau berada di neraka jahanam-Mu. Namun hamba ingin berkumpul dengan kekasih-kekasih-Mu.

Ya Allah, berilah suatu nikmat yang tak terkira di hadapan hamba. Agar hamba bisa bertobat. Setan-setan menertawakan hamba. Sedangkan para malaikat bersedih atas perilaku hamba sendiri. Hanya kepada-Mu aku kembali. Dan ingin berkumpul bersama para kekasih-Mu itu. Amien. [lq/dry/r-m]

 

Dikutip dari:

Diaryku al-ahad tanggal 9 Dzulkaidah 1431 H

Luqman as ‘hawa nafsuku menindasku’

Posted 17 Oktober 2010 by arraahmanmedia in Diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: