Kedudukan Kita Dari Rasulullah saw   Leave a comment


Dari Anas ra berkata: Datanglah tiga kelompok orang ke rumah isteri-isteri Nabi SAW menanyakan tentang ibadah Nabi SAW. Ketika mereka diberitahu, seolah-olah mereka menganggapnya sedikit.

 

Hamba Allah: Di manakah (kedudukan) kita dari Nabi SAW pada hal beliau telah diampuni dosa beliau yang terdahulu dan terkemudian.

Hamba Allah: Saya puasa selamanya dan tidak berbuka.

Hamba Allah: Saya menjauhkan diri dari wanita, saya tidak beristeri selamanya

Rasulullah SAW: Kamu sekaliankah yang berkata demikian dan demikian? Adapun aku, demi Allah orang yang paling takut dan paling taqwa kepada Allah di antaramu sekalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka (tidak berpuasa), saya salat dan tidur, dan saya memperisteri wanita. Barang siapa yang benci akan sunahku, maka ia tidak termasuk golonganku.

 

Sumber:

Pedoman Muslim Terjemahan Minhaajush Shaalihiin Karya Drs. Muhammad Zuhri Penerbit Daarul Ihya Indonesia Jilid II Izzuddin Baliq Hal. 17

 

Posted 22 Oktober 2010 by arraahmanmedia in Hadits, Hak Cipta, shahih-dawud

Tagged with , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: