Mencintai Rasulullah Dengan Keikhlasan   Leave a comment


Sore itu Ustadz Sabar sedang membaca kitab klasik. Untuk persiapan mengajar nanti malam. Sedang asyik dia membaca, tiba-tiba terdengar suara merdu orang bersenandung. Melantunkan lagu yang pernah dipopulerkan Sulis bersama Hadad Alwi.

 

” Ahmad ya Habibi, Ahmad ya Habibi, Ya Habibi Salam ‘alaika, salam ‘alaika…..”

 

“Subhanallah… suara siapa itu ?” Tanya Ustadz Sabar dalam hati.

Setelah selesai lagu ” Ahmad ya Habibi ”  terdengar lagi orang itu melantunkan shalawat

 

” Ya Nabi salam ‘alaika, ya Rasul salam ‘alaika, ya Habib salam ‘alaika, sholawatullah ”alaika… ”

 

Karena penasaran, ustadz Sabar keluar mencari tahu siapa gerangan pemilik suara merdu itu. Oh ternyata anak tetangganya, si bawul pemuda pengangguran. Ketika Ustadz Sabar muncul, Bawul masih asyik bershalawat sambil menulis sesuatu di kertas. Dia tidak tahu kalau Ustadz Sabar mendekatinya.

 

 

” Ya Allah Wuuuul.. kamu bershalawat kepada nabi dengan suara yang bagus, tapi apa yang kamu kerjakan ini dilaknat olah nabi!!” kata Ustadz Sabar.

 

” Tapi ustadz kali-kali aja dengan membaca shalawat saya menang,” jawab bawul enteng.

” Emmm janganlah engkau campurkan suatu kebaikan dengan hal yang buruk”

 

” Semoga dengan bershalawat bisa menghentikanmu dari judi,” kata Ustadz Sabar.

 

 

>>>*<<<

 

 

Sahabat-sahabat ku semua, kita sering mengaku-ngaku sebagai umat Rasulullah dan sangat mencintai beliau. Kita juga sering bershalawat atasnya. Dengan begitu pengakuan kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw kita rasa sudah cukup.

Dan kita sudah merasa tidak memiliki kewajiban apa-apa lagi.

 

Kita mengaku umat Rasulullah tapi kenyataan yang sering terjadi kita melupakan apa yang telah diajarkan beliau dan tidak menjadikan beliau sebagai tauladan hidup. Kita tidak bangga menjadikan beliau uswah dan idola, padahal syafaat beliau yang diakherat nanti kita harapkan.

 

 

” Sesungguhnya terdapat dalam diri Rasul tauladan yang baik bagi yang mengharapkan ridha Allah dan ganjaran di kemudian hari ”  ( QS> Al – Ahzab:21 )

 

Cerita diatas menunjukkan salah satu karakter manusia yang lupa pada hakekat bershalawat.. Dia bershalawat dengan suara yang merdu untuk mendapatkan sesuatu yang hina. Dia tidak mengharapkan syafaat dari keberkahan membaca shalawat tapi justru mengharapkan keuntungan dari jalan yang jelas-jelas dilaknat Nabi Muhammad saw.

Shalawat yang dilantunkan bawul seharusnya bisa mencegah dari perbuatan yang dibenci Rasulullah. Shalawat seharusnya menjadi filter untuk mencegah dari perbuatan maksiat dan kita menjadi sadar bahwa kita adalah umat Rasulullah saw. Ada kewajiban untuk kita agar bisa menjaga tingkah laku kita sebagaimana Rasul menjaga tinggkah lakunya. Memang kita tidak mungkin benar-benar bisa mengcoppy tinggkah laku beliau tapi paling tidak kita bisa  mengikuti apa yang diajarkan dan menjauhi apa yang dilarang..

 

Segala macam bentuk maksiat termasuk judi sebaiknya jangan mendompleng shalawat. Mengharapkan keberkahan dari Allah kepada orang yang memasang togel adalah harapan yang kurang ajar dan tidak tahu diri. Tidak mungkin Allah mencampurkan yang hak dengan yang batil.

 

Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya. “ (QS. Al- Baqarah :42)

 

Sobat ku, kerinduan dan cinta kita pada Nabi Muhammad dapat kita wujudkan dengan menjalankan apa yang diajarkan oleh Rasul baik itu tinggkah laku, sifat atau perbuatan kita. Sobat, bisakah kita menunjukkan rasa cinta kita pada junjungan kita Nabi Muhammad saw..??

Ayo  kita perbanyak shalawat terhadap Rasulullah saw.  Semoga dengan seringnya bersholawat, kita bisa menjadi pribadi yang menjadikan Rasul sebagai teladan dalam kehidupan..

 

Wallahu a’lam..

 

Rindu kami padamu ya Rasul

rindu tiada terperi

berabad jarak darimu ya Rasul

serasa dikau disini….

 

>>>*<<<

(sumber: Renungan dan Kisah Inspiratif)

 

Artikel lainnya:

Posted 30 Oktober 2010 by arraahmanmedia in Buletin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: